Senin, 08 September 2008

one of my poetries

.kegelisahan.

Aku datang hanya untuk aku
Bukan untuk siapa-siapa
Aku adalah sebatang pohon
Yang memiliki banyak ranting untuk terus berkembang
Dan ditutupi oleh daun-daun
Aku yang mungkin kapan saja bisa tumbang
Dengan berbagai alasan
Namun hanya satu yang hingga saat ini menyanggaku dengan penuh kesabaran, akarku
Akankan ia tetap bisa bertahan membawaku?
Sampai aku menuju usia yang cukup sebagaimana sebuah pohon dapat hidup dan berkembang
Dan jika nanti badai itu menghamtamku dengan keras, masihkan ia dapat menyelamatkanku?
Menyisakan ruang-ruang itu untukku
Aku rasa hanya itu harapanku
Bila esok masih ada kesempatan
Aku akan melaluinya dengan penuh semangat
Kesempatan demi kesempatan itu
Dan bila batang-batangku mulai rapuh, mungkin sudah saatnya aku berhenti dan menunggu waktu
Hanya untuk aku

.june 22, 2008.
.sudiyanti.

Sabtu, 06 September 2008

poetry

.langit malam.

Kilauan itu memecahkan kesunyian
Cahayanya terus memancar
Memberikan sejuta pesona
Terbentang bebas
Jauh… jauh sekali
Di kegelapan malam
Mereka terus bermain mata
Berkelap-kelip laksana intan berlian
Bulan pun ikut tersenyum
Tersenyum bahagia
Karena tidak pernah lagi kesepian
Mungkin ada saatnya merasa sepi
Namun kini tidak
Keindahan malam telah menemaninya
Betapa indahnya bentang alam yang tercipta
Sebuah permadani hitam dengan lampu-lampu penerang
Indah…

.july 28, 2008.
.sudiyanti.

one of my poetries

.kegelisahan.

Aku datang hanya untuk aku
Bukan untuk siapa-siapa
Aku adalah sebatang pohon
Yang memiliki banyak ranting untuk terus berkembang
Dan ditutupi oleh daun-daun
Aku yang mungkin kapan saja bisa tumbang
Dengan berbagai alasan
Namun hanya satu yang hingga saat ini menyanggaku dengan penuh kesabaran, akarku
Akankan ia tetap bisa bertahan membawaku?
Sampai aku menuju usia yang cukup sebagaimana sebuah pohon dapat hidup dan berkembang
Dan jika nanti badai itu menghamtamku dengan keras, masihkan ia dapat menyelamatkanku?
Menyisakan ruang-ruang itu untukku
Aku rasa hanya itu harapanku
Bila esok masih ada kesempatan
Aku akan melaluinya dengan penuh semangat
Kesempatan demi kesempatan itu
Dan bila batang-batangku mulai rapuh, mungkin sudah saatnya aku berhenti dan menunggu waktu
Hanya untuk aku

.june 22, 2008.
.sudiyanti.

Menghapus Debu

Wew.. akhirnya setelah sekian lama blog ini terbengkalai. Kusam dan penuh debu. Sedikit demi sedikit aku mencoba memperbaikinya untuk hany sedikit mengisi kata-kata.
Namun masih aku tak mengerti begitu rajinnya aku membuat blog kala itu, tapi untuk mengisinya saja aku tidak sempat. Huh... malasnya aku. Kini aku memcoba memulainya dengan sesuatu yang baru. Mencoba membersihkan debu dan usang. Belajar untuk memulai berbagai macam cerita tentang perubahan. Perubahan seorang manusia yang menuju sebuah kedewasaan. Ke sebuah titik terang yang penuh cahaya. Memberi rasa nyaman, tentram, bahagia di kehidupan ke depan. Aku yang lusuh menco untuk memperbaiki diri. Seperti kupu-kupu menuju ke arah yang lebih baik. Indah... untuk selalu ada di hati.