.kegelisahan.
Aku datang hanya untuk aku
Bukan untuk siapa-siapa
Aku adalah sebatang pohon
Yang memiliki banyak ranting untuk terus berkembang
Dan ditutupi oleh daun-daun
Aku yang mungkin kapan saja bisa tumbang
Dengan berbagai alasan
Namun hanya satu yang hingga saat ini menyanggaku dengan penuh kesabaran, akarku
Akankan ia tetap bisa bertahan membawaku?
Sampai aku menuju usia yang cukup sebagaimana sebuah pohon dapat hidup dan berkembang
Dan jika nanti badai itu menghamtamku dengan keras, masihkan ia dapat menyelamatkanku?
Menyisakan ruang-ruang itu untukku
Aku rasa hanya itu harapanku
Bila esok masih ada kesempatan
Aku akan melaluinya dengan penuh semangat
Kesempatan demi kesempatan itu
Dan bila batang-batangku mulai rapuh, mungkin sudah saatnya aku berhenti dan menunggu waktu
Hanya untuk aku
.june 22, 2008.
.sudiyanti.
Senin, 08 September 2008
Sabtu, 06 September 2008
poetry
.langit malam.
Kilauan itu memecahkan kesunyian
Cahayanya terus memancar
Memberikan sejuta pesona
Terbentang bebas
Jauh… jauh sekali
Di kegelapan malam
Mereka terus bermain mata
Berkelap-kelip laksana intan berlian
Bulan pun ikut tersenyum
Tersenyum bahagia
Karena tidak pernah lagi kesepian
Mungkin ada saatnya merasa sepi
Namun kini tidak
Keindahan malam telah menemaninya
Betapa indahnya bentang alam yang tercipta
Sebuah permadani hitam dengan lampu-lampu penerang
Indah…
.july 28, 2008.
.sudiyanti.
Kilauan itu memecahkan kesunyian
Cahayanya terus memancar
Memberikan sejuta pesona
Terbentang bebas
Jauh… jauh sekali
Di kegelapan malam
Mereka terus bermain mata
Berkelap-kelip laksana intan berlian
Bulan pun ikut tersenyum
Tersenyum bahagia
Karena tidak pernah lagi kesepian
Mungkin ada saatnya merasa sepi
Namun kini tidak
Keindahan malam telah menemaninya
Betapa indahnya bentang alam yang tercipta
Sebuah permadani hitam dengan lampu-lampu penerang
Indah…
.july 28, 2008.
.sudiyanti.
one of my poetries
.kegelisahan.
Aku datang hanya untuk aku
Bukan untuk siapa-siapa
Aku adalah sebatang pohon
Yang memiliki banyak ranting untuk terus berkembang
Dan ditutupi oleh daun-daun
Aku yang mungkin kapan saja bisa tumbang
Dengan berbagai alasan
Namun hanya satu yang hingga saat ini menyanggaku dengan penuh kesabaran, akarku
Akankan ia tetap bisa bertahan membawaku?
Sampai aku menuju usia yang cukup sebagaimana sebuah pohon dapat hidup dan berkembang
Dan jika nanti badai itu menghamtamku dengan keras, masihkan ia dapat menyelamatkanku?
Menyisakan ruang-ruang itu untukku
Aku rasa hanya itu harapanku
Bila esok masih ada kesempatan
Aku akan melaluinya dengan penuh semangat
Kesempatan demi kesempatan itu
Dan bila batang-batangku mulai rapuh, mungkin sudah saatnya aku berhenti dan menunggu waktu
Hanya untuk aku
.june 22, 2008.
.sudiyanti.
Aku datang hanya untuk aku
Bukan untuk siapa-siapa
Aku adalah sebatang pohon
Yang memiliki banyak ranting untuk terus berkembang
Dan ditutupi oleh daun-daun
Aku yang mungkin kapan saja bisa tumbang
Dengan berbagai alasan
Namun hanya satu yang hingga saat ini menyanggaku dengan penuh kesabaran, akarku
Akankan ia tetap bisa bertahan membawaku?
Sampai aku menuju usia yang cukup sebagaimana sebuah pohon dapat hidup dan berkembang
Dan jika nanti badai itu menghamtamku dengan keras, masihkan ia dapat menyelamatkanku?
Menyisakan ruang-ruang itu untukku
Aku rasa hanya itu harapanku
Bila esok masih ada kesempatan
Aku akan melaluinya dengan penuh semangat
Kesempatan demi kesempatan itu
Dan bila batang-batangku mulai rapuh, mungkin sudah saatnya aku berhenti dan menunggu waktu
Hanya untuk aku
.june 22, 2008.
.sudiyanti.
Menghapus Debu
Wew.. akhirnya setelah sekian lama blog ini terbengkalai. Kusam dan penuh debu. Sedikit demi sedikit aku mencoba memperbaikinya untuk hany sedikit mengisi kata-kata.
Namun masih aku tak mengerti begitu rajinnya aku membuat blog kala itu, tapi untuk mengisinya saja aku tidak sempat. Huh... malasnya aku. Kini aku memcoba memulainya dengan sesuatu yang baru. Mencoba membersihkan debu dan usang. Belajar untuk memulai berbagai macam cerita tentang perubahan. Perubahan seorang manusia yang menuju sebuah kedewasaan. Ke sebuah titik terang yang penuh cahaya. Memberi rasa nyaman, tentram, bahagia di kehidupan ke depan. Aku yang lusuh menco untuk memperbaiki diri. Seperti kupu-kupu menuju ke arah yang lebih baik. Indah... untuk selalu ada di hati.
Namun masih aku tak mengerti begitu rajinnya aku membuat blog kala itu, tapi untuk mengisinya saja aku tidak sempat. Huh... malasnya aku. Kini aku memcoba memulainya dengan sesuatu yang baru. Mencoba membersihkan debu dan usang. Belajar untuk memulai berbagai macam cerita tentang perubahan. Perubahan seorang manusia yang menuju sebuah kedewasaan. Ke sebuah titik terang yang penuh cahaya. Memberi rasa nyaman, tentram, bahagia di kehidupan ke depan. Aku yang lusuh menco untuk memperbaiki diri. Seperti kupu-kupu menuju ke arah yang lebih baik. Indah... untuk selalu ada di hati.
Minggu, 16 Maret 2008
Novel Gue Nggak Lulus
Hiks, hehehe... hiks, hehehe.... Gila ya gue? Saraf gak gue? Asal jangan Sharmuthoh aja deh, hihihi serem!!! Tetapnya pada tanggal 10 Maret kemarin gue dapet kiriman paket surat express yang dibungkus sama amplop coklat. Isinya Novel gue--yang gue kirim 4 bulan yang lalu ke Gagas Media. Tau nggak novel gue nggak diterima sama penerbit (ekspresi manyun) , but meskipun ditolak gue bahagia. Karena gue bisa lihat dimana saja kekurangan gue dalam hal menulis. Dan itu bisa memacu gue untuk bisa memperbaiki diri dan terus belajar lebih giat lagi. Hehehe... cia you! Kekalahan bukan akhir dari segalanya, kekalahan harus terus diganti dengan kemenangan. Semangat, semangat, semangaaaattt!!!
Kamis, 06 Maret 2008
Ah, nggak ikut pensi!
BT, BT dan BT hari ini. Sebeeeeellllll... padahal gue pengen bgt dateng ke acara pensi skula gue. Hikss, gara-gara ujan, pusing--bingung mikirin jd ikut atw nggak. Masalahnya ni cuy, temen2 gue (anak-anak IPS yang super duper otaknya abal2) pada males cabut, trus yg bisa nyambung sama gue cuma 2 ekor: Mumu sama Nichiel. Si Mumu pasti gabungnya sama ank2 super berisik (anak IPA1) yang ujung2nya kalo gue ikut berisik ntar malah gue yang ngebikin suasana jadi garing lantaran cerita gue yang melenceng jauh ke planet Mars di luar pikiran mereka. Sementara si Nichiel pasti kerjaan ngurusin orang sakit atau bisa di bilang sudah hampir mendekati death, maklum dia juga lumayan berpengaruh di acara ini krn dia anggota PMR. Padahal lumayan bisa ngeceng sama anak SMA laen yang mudah2an sih banyak yg bening2. Hehehe. Tapi entah krn faktor apa gw jd nggak mw ikut juga. Padahal acaranya lumayan seru. Bintang tamunya sih, Element, Tangga, Potenzio (yg gue rasa ini kayaknya band amatiran deh). Fuiihh... tau deh, tinggal nunggu nyesel aja deh kayaknya gara-gara nggak bisa ikut.
Welcome Regret!!! Dasar mahkluk bodoh!
Welcome Regret!!! Dasar mahkluk bodoh!
Sabtu, 09 Februari 2008
Liburan di rumah duank! eeuuugghh!

[Glitterfy.com - *Glitter Words*]
Oh no! Tidak, tidak! Sebuah awal yang benar-benar aneh. Sungguh, aku memang tidak munafik. Mana ada sih orang yang tidak menyukai liburan. Pasti setiap orang butuh liburan kan? Memang, beruntung sekali aku sekolah di yayasan agama Buddha yang padahal diriku 100% Moslem. Hahaha... nyaris seminggu aku liburan. Apalagi musim hujan gini enaknya bermalas-malasan segaligus memperbanyak tidur. Hwekekekek! Aih, tapi aku lama-lama jadi merasa amat sangat tidak bermanfaat. Kenapa? Karena, lho-lho-lho-lho?? Kok jadi saling mempertanyakan. Okeh, okeh, ulang lagi. Ya, karena setiap hari aku selalu berhadapan dengan komputer. Pertama, iseng-iseng ngedit foto. Kedua, mengerjakan tugas kelompok (ini memang sudah menjadi sebuat adat istiadat aku di sekolah, namanya tugas kelompok tapi selalu aku yang diandelin. Berhubung semua teman-teman aku--anak IPS1 yang isinya manusia laknat itu semunya punya otak odong-odong dan karena hanya akulah yang paling waras di antara mereka, ya beginilah sengsaraku, mengerjakan tugas kelompok yang notabene harus dikerjakan bersama kelompok tapi mendadak bagiku menjadi tugas individu. Ah, tidaaaaakkk! Aku rasanya pengen marah! Dengan seenaknya saja terima jadi dan ketika itu langsung bayar uang print tanpa merasa bersalah! Ugghh! Beta menyebalkannya sekolah di sana. Kalau tidak ingat orang tua pasti aku langsung minggat dari sekolah neraka itu. Belum lagi waktu presentasi harus aku yang jadi moderatornya, sementara mereka enak-enak berongkang-ongkang kaki). Yasudah, daripada aku makin stres, depresi, dan makin gila, lupakanlah mereka. Selanjutnya saat mengisi liburan ini lagi-lagi aku dipusingkan oleh setumpuk buku yang belum lama aku beli. Laskar Pelangi baru aku baca sampe sekitar 200 halaman, Ayat-Ayat cinta juga sama baru dibaca sekitar 150 halaman, Lovasket (pinjaman dari salah seorang teman terbaik di IPS1) juga baru dibaca... berapa ya, (sok mikir) lupa! Hah, dan yang paling parah The Secret yang udah gue beli sejak 4 bulan yang lalu belum ada perkembangan sedikitpun masih sekitar 125 halamanlah. Sebenernya aku suka pusing untuk memilih mana dulu buku yang harus aku selesaikan. Suka loncat sana loncat sini. Pengen yang itu pengen yang ini. Yah, beginilah kalo beli buku langsung ngeborong, ujung-ujungnya malah pusing sendiri. Tapi aku punya planning buat nyelesein Ayat-Ayat Cinta terlebih dahulu. Berhubung banyak bgt orang yang suka baca itu, aku jadi tertantang untuk mengetahui kisa selanjutnya. Intinya paling gitu ajahlah rencana liburanku.
Rabu, 02 Januari 2008
Parade fotoku, milik-milikku sendiri! Hahahaha...
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)


+(2)1.jpg)