Kamis, 11 Juni 2009

Rasa

Saya ingin mencari dia.

Saya ingin menemui dia.

Dan saya berkhayal meminum secangkir cappucino hangat sambil menikmati keindahan langit malam bersama dia dan cerita hidupnya.

Atau bahkan mungkin hanya dengan ucapan "hai!" bisa membuat hati saya lega.

Tapi... bagaimana caranya? Saya bingung.

Belum pernah saya merasa terjebak dalam situasi sesulit ini.
Saya hanya bisa berangan wajahnya, postur tubuhnya, kacamatanya yang membuat dia terlihat lebih intelek, kemeja putih yang terakhir saya lihat bertengger di tubuh jangkungnya, punggungnya yang terlihat begitu dekat di depan mata saya, sapaannya pada ibu saya, obrolannya dengan ayah saya.

Saya begitu kagum dengan penampilannya yang terlihat begitu dewasa.

Apakah mungkin sebuah rasa di hati saya akan berlanjut menjadi kisah nyata dan bukan sebagai imajinasi terindah saja.

Rasa itu begitu kuat dan sangat terlihat jelas di hati saya.

Yaa Tuhan kenapa saya merasakan ini bukan pada orang yang tepat?

Rahasia apa yang Kau sembunyikan yaa Tuhan? Karena dia adalah sepupu saya.

Dan itu tidak akan mungkin terjadi.

Apa respon keluarga besar saya nanti jika itu benar-benar terjadi?

Tidak ada komentar: